Muara Teweh, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Barito Utara, Hj. Maya Savitri Shalahuddin, menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan usaha pengrajin anyaman rotan dan produk makanan lokal di Kecamatan Teweh Timur, Kamis (5/2/2026). Dukungan ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus pelestarian kearifan lokal.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Hj. Maya Savitri Shalahuddin saat melakukan kunjungan langsung ke sentra pengrajin anyaman rotan dan pelaku usaha makanan lokal di wilayah tersebut.
Dalam kunjungannya, ia meninjau proses pembuatan berbagai produk anyaman rotan, seperti keranjang, tikar, dan peralatan rumah tangga, serta melihat hasil produksi makanan olahan khas masyarakat setempat.
Menurutnya, kerajinan anyaman rotan dan produk makanan lokal memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk unggulan daerah. Selain memiliki nilai budaya yang tinggi, produk-produk tersebut juga memiliki peluang pasar yang luas apabila didukung dengan inovasi desain, peningkatan kualitas, serta strategi pemasaran yang tepat.
“Pengrajin rotan dan pelaku usaha makanan lokal di Teweh Timur memiliki keterampilan dan potensi yang luar biasa. Ini merupakan aset daerah yang harus kita bina dan kembangkan bersama agar mampu meningkatkan pendapatan keluarga dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Hj. Maya Savitri Shalahuddin.
Ia juga mendorong peran aktif TP PKK, baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan, untuk memberikan dukungan melalui pelatihan keterampilan, penguatan kelembagaan kelompok usaha, serta membantu promosi produk melalui pameran, bazar, dan berbagai event daerah.
Sementara itu, para pengrajin dan pelaku UMKM menyambut baik perhatian dan dukungan Ketua TP PKK Kabupaten Barito Utara. Mereka berharap adanya pendampingan berkelanjutan, khususnya dalam hal pemasaran, permodalan, pengemasan produk, serta pengembangan inovasi agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Dengan dukungan tersebut, diharapkan kerajinan anyaman rotan dan produk makanan lokal di Kecamatan Teweh Timur dapat terus berkembang sebagai sumber ekonomi alternatif masyarakat, sekaligus memperkuat identitas budaya dan ekonomi kreatif Kabupaten Barito Utara.()
