Keselamatan dan ketertiban di lingkungan pendidikan merupakan fondasi utama bagi terciptanya proses belajar mengajar yang efektif dan kondusif. Menyikapi urgensi ini, Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah (Kalteng) mengambil langkah progresif dengan meluncurkan inisiatif luar biasa, yakni pembentukan Polisi Keamanan Sekolah (PKS). Program inovatif ini dirancang untuk memberdayakan para pelajar agar menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan sekolah mereka sendiri, sekaligus menanamkan nilai-nilai disiplin dan tanggung jawab sosial sejak dini.
Di bawah kepemimpinan Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.IK., M.Si., Polda Kalteng secara aktif mewujudkan komitmennya terhadap Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat), khususnya di sektor pendidikan. Melalui konsep "dari siswa untuk siswa", program PKS ini berupaya menumbuhkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab di kalangan pelajar. Peluncuran resmi program ini ditandai dengan Apel Besar PKS se-Kalteng yang belum lama ini digelar di Lapangan Harati, Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kalteng, Desa Bukit Rawi, Kec. Kahayan Tengah, Kab. Pulpis. Acara bersejarah ini melibatkan partisipasi antusias dari 381 peserta yang berasal dari berbagai SMA dan SMK di seluruh Kalimantan Tengah, menunjukkan skala dan keseriusan program ini.
Dalam sambutannya yang penuh semangat, Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan menekankan bahwa pembentukan Polisi Siswa adalah strategi yang sangat efektif untuk memperkuat peran pelajar dalam menciptakan dan memelihara lingkungan belajar aman. Ini bukan sekadar program biasa, melainkan implementasi nyata dari pilar-pilar penting seperti jaga warga, jaga lingkungan, jaga aturan, dan jaga amanah. Melalui peran aktif ini, para siswa didorong untuk terlibat dalam langkah-langkah preemtif yang krusial di lingkungan pendidikan mereka, membantu mengidentifikasi dan mencegah potensi masalah sebelum berkembang.
Irjen Iwan memiliki harapan besar bahwa dengan adanya Polisi Siswa, aktivitas sekolah akan berjalan lebih lancar, para pelajar dapat saling melindungi, serta mampu melaporkan potensi gangguan atau ancaman kepada guru atau pihak sekolah terkait dengan cepat dan tepat. Beliau menegaskan bahwa keamanan sekolah bukanlah semata tanggung jawab guru atau aparat keamanan saja, tetapi membutuhkan partisipasi siswa yang proaktif sebagai agen perubahan positif. Keterlibatan langsung siswa akan menciptakan sistem keamanan berlapis yang lebih responsif dan efektif.
Peran utama dari Polisi Keamanan Sekolah akan difokuskan pada upaya pencegahan berbagai perilaku negatif yang sering mengancam generasi muda. Ini mencakup, namun tidak terbatas pada, pencegahan tawuran pelajar, penyalahgunaan narkoba di sekolah, perundungan (bullying), kekerasan, radikalisme, tindakan anarkis, dan berbagai bentuk perilaku merugikan lainnya. Sinergi antara kepolisian, pihak sekolah, dan siswa ini dinilai sangat strategis dalam membangun budaya disiplin, menumbuhkan rasa tanggung jawab pelajar, dan menciptakan iklim rasa aman yang berkelanjutan di kalangan pelajar, mempersiapkan mereka menjadi warga negara yang bertanggung jawab.
Sebagai penutup, Kapolda Iwan menyampaikan pesan inspiratif: "Jadilah polisi bagi diri sendiri. Jaga disiplin, jaga lingkungan, dan jaga aturan demi masa depan Indonesia Emas 2045." Harapannya, melalui inisiatif PKS ini, dapat tercipta sebuah lingkungan belajar yang aman, kondusif, dan bebas dari berbagai potensi gangguan di seluruh sekolah di Kalimantan Tengah, mempersiapkan generasi penerus yang unggul dan berintegritas tinggi untuk kemajuan bangsa.